Riset Internasional Founder Asyafina Terbit di Jurnal Scopus Q4: Mengulas Strategi Kinerja Bank Syariah di Indonesia dan Malaysia
Depok, 31 Oktober 2025 Kabar membanggakan datang dari dunia riset ekonomi Islam. Founder Asyafina Academy, Nurfala Safitri, S.E., M.E., bersama Muhammad Abdul Rohman, S.E., M.S.E., berhasil mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal internasional bereputasi Scopus Q4, Financial and Credit Activity: Problems of Theory and Practice (SJR 0.2, kategori Accounting). Artikel ilmiah tersebut berjudul: “The Strategic Impact of R&D and Size of Sharia Supervisory Board on Islamic Bank Performance: A Comparison Between Indonesia and Malaysia.” Publikasi ini diterbitkan secara resmi pada 31 Oktober 2025 dan dapat diakses secara open access melalui DOI: 10.55643/fcaptp.5.64.2025.4873.
Riset Lintas Negara: Indonesia–Malaysia
Penelitian ini menyoroti dampak strategis kegiatan riset dan pengembangan (R&D) serta ukuran Dewan Pengawas Syariah (Sharia Supervisory Board/SSB) terhadap kinerja bank syariah di Indonesia dan Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan mixed-methods dan analisis Generalized Method of Moments (GMM) pada data 2016–2022, studi ini berhasil menggambarkan perbedaan konteks regulasi dan efektivitas tata kelola syariah di dua negara utama Asia Tenggara.
Hasil utama riset ini menunjukkan bahwa:
- R&D tidak berpengaruh signifikan di Indonesia, namun berdampak positif di Malaysia, terutama karena lingkungan regulasi yang lebih mendukung inovasi.
- Ukuran Dewan Pengawas Syariah (SSB) memiliki peran penting dalam tata kelola dan kinerja bank syariah, meski efeknya berbeda antarnegara.
💡 Kontribusi Strategis bagi Dunia Keuangan Syariah
Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan, regulator, dan akademisi untuk merancang kebijakan yang mendukung inovasi riset dan tata kelola syariah yang adaptif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa riset ekonomi Islam harus bergerak lebih maju—tidak hanya berbicara soal kepatuhan syariah, tapi juga inovasi dan daya saing,” ujar Nurfala Safitri, peneliti sekaligus Founder Asyafina Academy.
Sementara itu, Muhammad Abdul Rohman menambahkan:
“Pesantren dan akademisi Islam perlu menjadi bagian dari percakapan global. Inilah semangat Asyafina: menjembatani nilai keislaman dan riset internasional.”
🕌 Asyafina: Dari Pesantren Menuju Riset Global
Pencapaian ini mempertegas posisi Asyafina Academy sebagai edutech pesantren yang berpikir global. Melalui pendekatan transdisipliner yang menggabungkan ekonomi, teknologi, dan nilai Islam, Asyafina berupaya membentuk ekosistem santri dan akademisi yang produktif dalam penelitian ilmiah internasional. Publikasi di jurnal Scopus ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda pesantren untuk melangkah ke panggung akademik dunia — tanpa meninggalkan akar nilai keilmuan Islam.
✍️ Publikasikan Karya Anda di Jurnal Asyafina (OJS)
Sebagai tindak lanjut dari semangat riset global, Asyafina mengajak para peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk menerbitkan karya ilmiahnya melalui Jurnal Asyafina (OJS). Bidang fokus Jurnal Asyafina meliputi:
- Ekonomi Islam dan keuangan syariah,
- Inovasi pendidikan pesantren,
- Data science dan kebijakan berbasis nilai Islam.
📢 Mari terus menggerakkan riset Islam yang modern, empiris, dan berdaya saing internasional.
🕌 Asyafina Academy
Pesantren Modern untuk Ilmu, Data, dan Dunia — Menghubungkan Keislaman, Akademia, dan Inovasi Global.

Responses