Qardul Hasan Peredam Ekonomi Keuangan Berbasis Bunga

Qardul Hasan Peredam Ekonomi Keuangan Berbasis Bunga-Saat ini, ekonomi kita tengah memasuki era suku bunga rendah. Kesimpulan ini rasanya tidak berlebihan bila kita mengacu pada suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI).

Terhitung sejak Januari 2016, suku bunga kebijakan BI (sekarang disebut Bank Indonesia 7-day Reverse Repo Rate atau BI 7DRRR) telah menurun hingga 200 bp atau 2%.

Terakhir kali BI menurunkan suku bunga kebijakannya pada September 2017 dari 4,50% menjadi 4,25%. Sejatinya kebijakan penurunan suku bunga lazim dilakukan bank sentral suatu negara, terutama pada masa ekonomi melambat atau kontraksi.

Pelonggaran kebijakan moneter tersebut merupakan salah satu bentuk stimulus yang dikeluarkan otoritas moneter(ardhienus, 2017). Namun apa yang terjadi pada sekarang, ekonomi terus memburuk, teory tentang bunga semakin lama terbantahkan.

Tentu fitrah kebobrokan bunga ini sudah tidak mampu untuk menekan masalah yang ada sekarang. Bunga telah diakui sebagai penghasil dampak negatif. Bunga yang dipakai alat pemerintah untuk mengatasi krisis finansial kini dapat membuat keraguan bagi pengambil kebijakan.

Sementara itu, menurut penelitian dari Battisti, Fioroni, & Lavezzi(2014) bahwa bunga ini menambah tingkat ketimpangan semakin melebar. Hal ini disebabkan dengan adanya bunga dalam perekonomian dengan distribusi pendapatan yang tidak merata, penerapan bunga telah menciptakan sistem ekonomi yang eksploitatif (Wibisono, 2017).

 

Menurut Wibisono (2017) Secara sosio-ekonomi, riba nasiah/bunga memiliki karakter: riba merupakan kegiatan ekonomi yang menyimpang dari asas kemanusiaan dan keadilan, pada umumnya riba menghadapkan orang kaya dengan orang miskin, riba merupakan senjata efektif mengembangkan kemiskinan dan penindasan orang kaya atas kaum lemah, riba merupakan perjanjian berat sebelah, secara psikologis telah memaksa satu pihak menerima perjanjian yang sebenarnya tidak didasari kerelaan.

Dalam kacamata sosio-ekonomi bunga dapat dibuktikan menimbulkan banyak kedholiman-kedholiman pada kehidupan masyarakat ditengah hiruk pikuknya pertumbuhan ekonomi.

Sehingga disini sangat diperlukan sebuah instrumen untuk mencoba meredam keburukan yang ada pada diri bunga selama ini, sebagai upaya untuk menwhite noisykan  eksternalitas negatif dari bunga ini. Qardlah yang mampu untuk meredam permasalahan ini semua, Keberadaan qardul hasan ini dapat dijadikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap dampak negatif dari bunga itu sediri.

Allah juga memperingatkan kita didalam  Surat Al-Baqarah ayat 276 yang berbunyi

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Akhir-akhir ini telah dikembangkan pada perbankan syariah program al-qardh dan alqardhul hasan sebagai wujud pelaksanaan tanggung jawab sosial perbankan syariah.

Qardul hasan mampu memberi “sumbangsih” perbankan syariah dalam pembangunan perekonomian nasional, melalui penyaluran dana bagi masyarakat golongan kecil dan menengah yang mempunyai prospek kepada:

  1. kesejahteraan ekonomi yang diperluas dengan kesempatan kerja dan laju pertumbuhan ekonomi yang optimal;
  2. keadilan sosio ekonomi dan distribusi kekayaan dan pendapatan yang merata;
  3. mobilisasi tabungan untuk pembangunan ekonomi; dan
  4. pelayanan yang efektif dan transparan dari sistem perbankan Islam.

Prospek program al-qardhul hasan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial, adalah sebuah jawaban yang tepat untuk mengatasi dan sebagai sebuah solusi alternatif dari masalah utang piutang yang menimpa hampir seluruh masyarakat Indonesia.

Program ini dapat menjadi suatu kewajiban umat muslim kepada muslim lainnya yang akan diberikan kepada orang lain yang membutuhkan dengan prinsip tolong menolong. (Purwadi, 2014).

Dengan fenomena keunikan dari peranan qardul hasan ini menarik perhatian bagi penulis untuk menggali lebih lanjut tentang qardul hasan yang ada pada masyarakat sekarang.

Sehingga diharapkan hasil ini mampu menjadikan upaya untuk bagaimana dapat menaikkan Qardul Hasan yang dapat meredam ekonomi yang sudah booming dengan bunga.

Penelitian tentang  Qardul hasan ini dengan memodifikasi model yang digunakan oleh Gufron, (2011); Habibah, (2016) Penulis mencoba membuat penelitian dengan menggunakan data IFLS 5.

Adapun analisis data yang digunakan adalah model analisis logit. Berikut adalah hasil estimasi dalam memodelkan faktorfaktor yang memengauhi seorang melakukan qardul hasan dengan menggunakan logit sebagai berikut:

Tabel 1 Regresi Logit Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Sesorang Muslim Berperilaku Qardul Hasan

  (1) (2) (3) (4) (5) (6)
VARIABLES Muslim Indonesia Marginal effect Muslim Indonesia Muslim Indonesia Perkotaan Marginal effect Muslim Perkotaan Muslim Indonesia Pedesaan Marginal effect Muslim Pedesaan
jenis_kelamin -0.0651 -0.00597 0.00230 0.000176 -0.0910 -0.00861
  (0.119) (0.0109) (0.253) (0.0193) (0.136) (0.0128)
Umur 0.00196 0.000180 -0.00702 -0.000536 0.00630 0.000596
  (0.00508) (0.000466) (0.0111) (0.000849) (0.00586) (0.000554)
Marstat -0.180 -0.0165 0.634 0.0484 -0.387** -0.0366**
  (0.175) (0.0160) (0.440) (0.0331) (0.195) (0.0184)
Educyr 0.0826*** 0.00757*** 0.0495 0.00378 0.0954*** 0.00902***
  (0.0154) (0.00138) (0.0334) (0.00252) (0.0180) (0.00166)
Religious 0.0126 0.00115 -0.259 -0.0198 0.0871 0.00824
  (0.169) (0.0155) (0.367) (0.0280) (0.191) (0.0181)
Formal -0.377** -0.0346** -0.856*** -0.0653*** -0.189 -0.0179
  (0.154) (0.0141) (0.329) (0.0241) (0.178) (0.0168)
ln_income 0.244*** 0.0224*** 0.0437 0.00334 0.305*** 0.0288***
  (0.0488) (0.00438) (0.0973) (0.00742) (0.0571) (0.00524)
Constant -6.353***   -3.236**   -7.406***  
  (0.806)   (1.604)   (0.940)  
Observations 3,068 3,068 813 813 2,255 2,255

 

Standard errors in parentheses

*** p<0.01, ** p<0.05, * p<0.1

Tabel diatas terdiri dari tiga model logit, model pertama menjelaskan tentang perilaku qardul hasan pada muslim Indonseia secara keseluruhan, kemudian pada model kedua menjelaskan perilaku qardul hasan pada muslim perkotaan, sedangkan pada model ketiga menunjukkan perilaku qardul hasan pada muslim pedesaan.

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa  status perkawinan(marstat), pendidikan (educyr), status pekerjaan (formal) dan pendapaan memiliki hubungan secara signifkan terhadap kemungkinan seseorang melakukan pemberian piutang tanpa bunga atau sering disebut qardul hasan. Status pernikahan memiliki hubungan negatif secara signifikan terhadap perilaku qardul hasan pada muslim pedesaan.

Hal ini dimungkin bahwa muslim yang tinggal di Desa akan semakin berfikir untuk memenuhi kebutuhan keluarga ketika setelah beranjak menikah, sebab lain adalah angka kemiskinan di pedesaan lebih besar dibanding di perkotaan. Kemudian pada pendidikan ini memiliki hubungan positif secara signifikan terhadap perilaku qardul hasan.

Hal ini bertolak belakang dengan temuannya Habibah(2016) dimana tingkat pendidikan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap pemilihan produk qardul hasan.

Pada penelitian ini menambah variabel kontrol tingkat religiusitas, angka tingat religiusitas ini mengambil dari seberapa waktu mereka melakukan sholat selama satu hari.

Kemudian dikatakan religius jika mereka sholat lebih dari 5 waktu, dikatakan tidak religius sebaliknya. Dalam temuan penelitian kali ini tingkat religiusitas ternyata tidak signifikan memengaruhi seseoarang melakukan qadul hasan.

Sehingga bukan tingkat religiusitas menjadikan penyebab merkea melakuakan qardul hasan. meskipun variabel keimanan disini belum termuat dalam model namun setidaknya kita dapat melihat gambaran hubungan antara qard dan religiusitas.

Pada variabel status pekerjaan, sebagai pekerjaan formal/ non formal memiliki hubungan negatif terhadap kemungkinan perilaku muslim untuk melakukan qardul hasan.

Hasil ini sangat menarik bahwa semakin seornag muslim bekerja di sektor formal maka semakin orang muslim tersebut berkemungkinan tidak melakukan qardul hasan. Hal ini menunjukan bahwa seorang muslim yang bekerja di sektor formal tingkat kepeduliaannya masih kurang. Terakhir faktor pendapatan memiliki signifikansi secara persisten di model apapun.

Pendapaan ini memiliki hubungan positif secara signifikan terhadap kemungkinan perilaku qardul hasan, semakin tinggi pendapatan maka akan semakin besar kemungkinan mereka berperilaku qardul hasan.

Kesimpulan

Sudah selayaknya perilaku qardul hasan pada masyarakat ini ditingkatkan ini melalui upaya peningkatan pendidikan, memberikan perhatian terhadap pekerja sektor formal akan pentingnya qardul hasan bagi perekonomian, pemberian pemahaman tentang religiusitas yang baik, meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat secara merata di pedesaan dan di perkotaan. Sehingga keberadaan qardul hasan ini mampu meredam ekonomi keuangan berbasis bunga menjadi white noisy economy.

 

Baca Juga :

Publikasi Ilmiah jurnal silahkan kunjungi dilaman Asyafina Jurnal

Referensi

Ardhienus. (2017). Suku Bunga Rendah Dan Perilaku Ambil Risiko | Investor Daily. Retrieved December 19, 2017, From Http://Id.Beritasatu.Com/Home/Suku-Bunga-Rendah-Dan-Perilaku-Ambil-Risiko/169568

Battisti, M., Fioroni, T., & Lavezzi, A. M. (2014). World Interest Rates, Inequality And Growth: An Empirical Analysis Of The Galor-Zeira Model. Discussion Papers. Retrieved From Https://Ideas.Repec.Org/P/Pie/Dsedps/2014-184.Html

Gufron, H. (2011). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Dalam Produk Qardh Dengan Gadai Emas Di Pt. Bank Sumut Syariah Cabang Medan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Dalam Produk Qardh Dengan Gadai Emas Di Pt. Bank Sumut Syariah Cabang Medan. Retrieved From Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/26847

Habibah, R. (2016). Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pemilihan Produk Qardh Pada Bmt Mandiri Sejahtera Jawa Timur Cabang Sembayat Gresik Melalui Persepsi Sebagai Variabel Intervening Pada Pedagang Di Pasar Sembayat Gresik. Retrieved From Http://Digilib.Uinsby.Ac.Id/9838/

Purwadi,  Muhammad Imam. (2014). Al-Qardh Dan Al-Qardhul Hasan Sebagai Wujud Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perbankan Syariah. Fakultas Hukum Universitas Mataram, 21(1), 24–42.

Wibisono, Y. (2017). Materi Kuliah Ekonomi Keuangan Islam. Depok: Pebs Feb Ui.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Click here to login or register