Sekolah Stata Hadirkan CEO Oryza Institute, Nurfala Safitri Memimpin sebagai Moderator Webinar Eksklusif “Analisis Data dengan R”
Jakarta, 26 Oktober 2025 — Dunia pendidikan data kembali berdenyut dengan semangat baru. Dalam program edukasi terbarunya, Sekolah Stata sukses menghadirkan Afdhal, S.TP., M.Si., CEO Oryza Institute, sebagai narasumber utama dalam webinar bertajuk “Analisis Data dengan R: From Zero to Hero.” Acara yang diselenggarakan secara daring ini dipandu oleh Nurfala Safitri, S.E., M.E., Founder Asyafina Academy, yang berperan sebagai moderator. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan sistematis, Nurfala berhasil menjembatani diskusi antara narasumber dan peserta dari berbagai latar belakang—mulai dari akademisi, santri, hingga profesional muda di bidang data.
—
Transformasi Data di Depan Mata
Webinar ini menjadi momentum penting bagi Sekolah Stata dan Oryza Institute dalam memperkuat ekosistem edukasi data di Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa literasi data tidak lagi menjadi domain eksklusif akademik, melainkan keterampilan universal yang kini mulai merambah dunia pesantren dan lembaga pendidikan Islam.
> “Pesantren adalah pusat ilmu dan kebijaksanaan. Ketika pesantren menguasai data, ia tidak hanya menjaga nilai, tetapi juga memimpin perubahan,” ujar Nurfala Safitri, S.E., M.E. dalam sambutannya.
—
Insight dari Praktisi Profesional
Sebagai praktisi data sekaligus pemimpin Oryza Institute, Afdhal, S.TP., M.Si. membagikan pengalaman dan keahliannya mengenai implementasi bahasa pemrograman R dalam dunia industri dan riset terapan. Materi yang dibawakan mencakup tiga fondasi utama penguasaan R:
1. Pondasi Kuat: Peserta diperkenalkan pada logika dan sintaks dasar R dengan pendekatan aplikatif.
2. Analisis Berdampak: Fokus pada pemanfaatan R untuk menghasilkan insight strategis yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
3. Koneksi Nyata: Peserta mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan pakar data profesional yang memimpin lembaga riset nasional.
Webinar ini sekaligus mempertegas bahwa penguasaan R bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang mindset analitis dan empati terhadap konteks sosial-data—sebuah hal yang juga ditekankan oleh Afdhal dalam setiap sesi.
—
Komitmen Asyafina: Menjembatani Akademik, Pesantren, dan Data
Sebagai edutech pesantren, Asyafina Academy terus mendorong terciptanya generasi santri yang tidak hanya religius dan berilmu, tetapi juga melek data dan teknologi. Kolaborasi semacam ini membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi bagian dari transformasi digital global tanpa meninggalkan akar nilai spiritualnya.
> “Menguasai data adalah bagian dari jihad intelektual masa kini,” tegas Nurfala Safitri di penghujung acara.
—
✍ Publikasikan Karya Ilmiah Anda di Jurnal Asyafina (OJS)
Sebagai tindak lanjut dari semangat webinar ini, Asyafina mengundang para peneliti, akademisi, dan santri digital untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka melalui OJS Jurnal Asyafina. Fokus utama jurnal mencakup:
– Inovasi pendidikan Islam dan teknologi,
– Transformasi digital pesantren,
– Aplikasi statistik dan data science dalam penelitian sosial dan ekonomi Islam.
📢 Jadikan riset dan data Anda bagian dari kontribusi nyata untuk pengembangan ilmu dan kemajuan dunia pesantren modern.

Responses