Founder Asyafina Berkontribusi dalam Forum Strategis KNEKS dan Kemenkeu: Integrasi Gizi Pesantren Menuju Kebijakan Nasional

Belajar Mengaji Al-Qur’an – Dalami Alquran Secara Mendalam, Fasih Tajwid & Tilawah

Belajar Mengaji Al-Qur’an – Dalami Alquran Secara Mendalam, Fasih Tajwid & Tilawah

IDR 19,000

Informasi Lengkap

Jakarta, 4 November 2025 6 Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan riset pesantren. Dua Founder Asyafina Academy, Muhammad Abdul Rohman, S.E., M.S.E. dan Nurfala Safitri, S.E., M.E., kembali mencatatkan kontribusi penting dalam forum kebijakan tingkat nasional. Keduanya diundang secara resmi untuk berpartisipasi dalam Forum Group Discussion (FGD) Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang digelar di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, membahas keberlanjutan Program Makan Bergizi (MBG) di ekosistem pesantren.

 Misi Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Forum ini merupakan kelanjutan dari agenda riset kebijakan MBG yang sebelumnya telah dipresentasikan oleh tim riset yang turut digawangi oleh para founder Asyafina. Diskusi hari kedua difokuskan pada integrasi hasil riset kausal ke dalam kebijakan nasional, dengan menekankan pentingnya ekosistem pesantren sebagai pusat penggerak gizi, ekonomi, dan kesejahteraan umat. Program MBG di pesantren kini dipandang bukan hanya sebagai upaya perbaikan gizi santri, melainkan juga sebagai model pemberdayaan ekonomi syariah lokal, yang melibatkan dapur komunitas, unit produksi pangan sehat, dan jejaring koperasi pesantren.

Pesantren harus menjadi pusat peradaban yang menumbuhkan kemandirian, bukan hanya dari sisi spiritual, tetapi juga pangan dan ekonomi, ujar Muhammad Abdul Rohman, Founder Asyafina Academy.

 Sinergi Strategis Antar-Lembaga

FGD ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan penting, memperkuat kolaborasi lintas sektor demi membangun kebijakan gizi dan ekonomi syariah yang berkelanjutan. Dua tokoh nasional turut hadir memperkaya diskusi: Institusi Narasumber Fokus Kontribusi Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala, M.Si. Penguatan regulasi makanan bergizi dan sistem pangan berkelanjutan di pesantren. Kementerian Keuangan RI Dr. Bondi Arifin, Ph.D. Model pembiayaan dan keberlanjutan fiskal program MBG jangka panjang.

Dalam kesempatan tersebut, Nurfala Safitri menekankan pentingnya evidence-based policy sebagai landasan pengambilan keputusan di sektor ekonomi syariah.

Kebijakan yang berlandaskan data akan memperkuat akuntabilitas program dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat pesantren, ungkap Nurfala Safitri, Founder Asyafina Academy.

 Dampak Nyata dan Harapan ke Depan

Kolaborasi yang melibatkan KNEKS, BGN, dan Kementerian Keuangan dengan dukungan riset berbasis data ini menjadi langkah penting menuju pembangunan sistem gizi nasional yang inklusif dan berkeadilan. Riset yang turut dipimpin oleh para founder Asyafina menunjukkan bahwa ekosistem pesantren dapat menjadi katalis ekonomi lokal, melalui sinergi antara pendidikan, pangan, dan kebijakan publik. Asyafina melihat momentum ini sebagai wujud nyata kontribusi akademik pesantren dalam kebijakan nasional, sekaligus bukti bahwa inovasi dan data dapat berpadu dengan nilai-nilai Islam untuk menghasilkan solusi kebangsaan.

 Mari Publikasikan Penelitian Anda di Jurnal Asyafina (OJS)

Sebagai bagian dari semangat riset dan kolaborasi kebijakan, Asyafina Academy mengundang para peneliti, akademisi, dan santri digital untuk menerbitkan hasil penelitian dan kajian mereka di Jurnal Asyafina (OJS). Bidang utama publikasi mencakup: Kebijakan publik dan ekonomi Islam, Inovasi pesantren dan gizi masyarakat, Analisis data untuk pembangunan sosial berbasis syariah.

 Mari bersama Asyafina, kita dorong riset pesantren menjadi pijakan kebijakan nasional yang berbasis ilmu, nilai, dan manfaat.

 Asyafina Academy

Pesantren untuk Data, Ilmu, dan Kebijakan: Dari Santri untuk Indonesia yang Lebih Berkah.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Click here to login or register