Asyafina Perkenalkan Inovasi Edutech Pesantren dalam ISSHMIC 2022

Seri Akidah for Kids: Mengenal Islam (Softcover 3 Buku)

Seri Akidah for Kids: Mengenal Islam (Softcover 3 Buku)

IDR 85,000

Informasi Lengkap

Palembang, 1 Desember 2022  Dua founder Asyafina Academy, Muhammad Abdul Rohman, SE, MSE dan Nurfala Safitri, SE, ME, menjadi bagian dari The 8th International Seminar on Social, Humanities, and Malay Islamic Civilization (ISSHMIC) 2022 yang digelar secara virtual. Dalam forum bergengsi ini, keduanya memperkenalkan platform online Asyafina sebagai inovasi edutech di bidang pesantren.

Menghubungkan Tradisi Pesantren dengan Teknologi

Dalam sesi presentasi, founder Asyafina menegaskan bahwa pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, tidak boleh tertinggal di era digital. Platform Asyafina dirancang untuk:

  • Memberikan akses pembelajaran pesantren berbasis online,
  • Memperkuat literasi digital di kalangan santri,
  • Memadukan kurikulum klasik pesantren dengan teknologi modern,
  • Menciptakan jejaring akademik antara pesantren, mahasiswa, dan peneliti lintas disiplin.

“Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat inovasi berbasis teknologi yang relevan dengan zaman,” ujar Muhammad Abdul Rohman, SE, MSE, Co-Founder Asyafina.

Perspektif Gender dan Inklusivitas

Nurfala Safitri, SE, ME menekankan pentingnya inklusivitas dalam dunia pesantren. Ia menyampaikan bahwa platform Asyafina tidak hanya memfasilitasi santri, tetapi juga memberikan ruang bagi santriwati, pengajar, dan masyarakat umum untuk mengakses pendidikan Islam yang lebih luas.

“Asyafina adalah rumah belajar bersama. Siapapun bisa mengakses, dari santri hingga akademisi, tanpa terhalang ruang dan waktu,” jelasnya.

Relevansi dalam ISSHMIC 2022

Partisipasi Asyafina dalam ISSHMIC 2022 memperlihatkan bagaimana edutech pesantren bisa bersaing di ruang akademik internasional. Inovasi ini diapresiasi karena mampu memadukan nilai-nilai pesantren dengan pendekatan teknologi digital yang ramah pengguna.

Kehadiran Asyafina juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara, khususnya dalam mengembangkan model pembelajaran pesantren yang modern dan adaptif.




Related Articles

Click here to login or register