Merujuk dari sejarah, Menganalisis penyea utama krisis mata uang anyak orang menyimpulkan bahwa kelemahan fundamental ekonomi adalah penyebab utama munculnya krisis ekonomi.
Hal ini dikemukakan oleh Michael Camsupers (1997) Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) dalam pidato pengantarnya tentang program penyesuaian erorientasi pertumuhan (kurang lebih sebagai berikut:
Perekonomian mengalami inflasi yang tidak terkendali defisit neraca pemayaran yang besar pematasan perdagangan menyeakan kesulitan ekonomi yang pada akhirnya akan menjerumuskan ekonomi negara ke dalam krisis ekonomi.
Merujuk dari sejarah krisis ekonomi pada tahun 1997 banyak ekonom menyimpulkan bahwa kerusakan fundamental ekonomi adalah penyebab utama munculnya krisis ekonomi.
Hal ini dikemukakan oleh Michael Camsupers (1997), Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), dalam pidato pengantarnya tentang program penyesuaian berorientasi pertumbuhan (kurang lebih) sebagai berikut:
“Ekonomi yang mengalami inflasi yang tidak terkawal, defisit neraca pembayaran yang besar, pembatasan perdagangan yang berkelanjutan, kadar pertukaran mata uang yang tidak seimbang, tingkat bunga yang tidak realistik, beban hutang luar negeri yang membengkak dan pengaliran modal yang berlaku berulang kali, telah menyebabkan kesulitan ekonomi, yang akhirnya akan memerangkapkan ekonomi negara ke dalam krisis ekonomi.”
Sumber: unsplash.com
Hal ini menandakan adanya deficit balance of payment dan beban hutang luar negeri yang semakin meningkat, disisi lain adanya ketidakefisienan investasi yang menyebabkan ekonomi semakin krisis.
Fokus ke beban hutang luar negeri yang semakin meningkat tentunya disbabkan dari pemberlakuan bunga dengan kata lain adalah riba.
Riba yang menempatkan uang sebagai komoditas secara tidak langsung menggeser sektor riil dan hanya focus terhadap penambahan jumlah uang.
bukan cara mendapatkannya dengan kata lain sistem ini hanya terfokus pada virtual transaction sehingga hal ini menimbulkan ketimbangan dan membuat ketidakefisien investasi terutama disektor riil.
Hal ini bertolak belakang dengan cara nabi Muhammad saw dalam menjaga kestabilan ekonomi melalui sektor ril yaitu perdagangan.
Bukti nyata lainnya di Indonesia, Ketika semua perbankan konvensional mengalami collaps, namun bank syariah tetap stabil.
Hal ini dikarenakan bank syariah tidak mengenal riba dan mengedepkan skema bagi hasil. Sehingga pada tahun 1997 terjadi krisis, bank syariah tidak harus menyiapkan dana cadangan untuk menutupi kredit macet sebagai akibat dari kondisi bisnis tidak menguntungkan serta naiknya rasio kredit bermasalah.
Dengan kondisi tersebut, keuntungan yang diberikan kepada nasabah yang menyimpan dananya di bank syariah juga berkurang. Akibatnya, perbankan menjadi lebih tahan terhadap krisis karena potensi risiko tidak ditanggung sendiri.
× [E-Book] Ushul Fikih Milenial: Belajar Agama dari Akarnya di Era Digital IDR 25,000 Informasi Lengkap Independensi BI dan Kesejahteraan : Dua mata uang yang…
× Jika Asyafina pernah menemani perjalanan belajarmu Kamu bisa ikut menjaga platform ini tetap hidup dan berkembang Informasi Lengkap Urban effect: Pembangunan Jalan, Buble Pun…
× Belajar Mengaji Al-Qur’an – Dalami Alquran Secara Mendalam, Fasih Tajwid & Tilawah IDR 19,000 Informasi Lengkap Bagaimana hukum mata uang digital dalam Islam?-transaksai mata…
× Mari Belajar Ilmu Tajwid IDR 35,000 Informasi Lengkap Maqashid Syariah dalam Analisis Ekonomi-Kontribusi Strategi Bhineka Tunggal Ika dalam Pembangunan Pandangan untuk Kemaslahatan Ekonomi Indonesia.…
× Kelas Belajar Tajwid Al-Qur’an IDR 30,000 Informasi Lengkap Transaksi, Spot, forward, swap Dan Option: Mana transaksi yang halal ?-Kali ini kita bahas fikih keuangan…
Please note:
This action will also remove this member from your connections and send a report to the site admin.
Please allow a few minutes for this process to complete.
Responses